Sang Pencerah

kau tentunya sangat tahu, aku hanyalah sosok diri yang terlalu ambisi menantang matahari, terlalu tega menghianati nurani, sebab nurani yang tak terkendali, namun kau adalah sang pencerah di saat hatiku gelap gulita di saat jiwaku hampa, kau tepiskan panas yang membakar dari lorong yang hampir lebur mengabu, kau tiupkan angin segar hingga menembus jiwaku yang hampir padam, kau tambatkan kedamaian dan mengikis gersang kalbu..

Komentar

Postingan Populer