HIDUPKU DI UJUNG GARIS LINEAR


            Di sudut ruang tampak gerimis turun rintik-rintik membasahi bumi yang dihiasi langit senja berwarna kelabu pekat. Awan – awan yang bergumpal membentuk trapesium  menghilangkan rona merah layang – layang pada kaki langit, menyembunyikan bias pecahan merah yang berkilau saat sang matahari mulai beranjak kembali ke peraduannya. Seakan mengerti isyarat bahwa dewi malam akan segera datang, burung – burung camar berbaris rapi berupa operasi aljabar beterbangan kembali ke sarangnya masing – masing.
*
            Cerita tentang Putri Mimpi segera dimulai, tapi sayang mulai terlupakan perlahan nantinya, karena langit sore itu menggoreskan pengalaman pahit dikelopak matanya, karena  baginya tapi bukan bagi sang Putri Mimpi itu. Makin lama rintik – rintik hujan menjadi deras yang bernyanyi bersama angin meliukkan cabang dan ranting – ranting pepohonan yang tumbuh di depan pelataran teras depan rumahnya, termenung melihat sebuah pengumuman yang terpampang dari jejeran nama – nama yang lulus SNMPTN Tertulis di koran lokal yang telah dibelinya saat senja itu. Ya, Putri  namanya Putri yang lulus di salah satu universitas yang ditujunya, yaitu Universitas Bengkulu, dengan perasaan gembira ia langsung menelpon orangtuanya di desa, dengan nada riang ia mengungkapkan bahwa ia lulus di Progam Studi Pendidikan Matematika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Bengkulu. Dengan perasaan senang pula orangtuanya menerima kabar itu tapi dibalik perasaan senangnya terbesit perasaan gelisah yang bergejolak disanubari manusia paruh baya yang kurus kerontang itu bak jajargenjang berjalan jika dibayangkan postur tubuh orangtua Putri dengan segala upaya untuk memenuhi kehidupan mereka sehari – hari, ia berfikir mau kuliah menggunakan apa anaknya nanti? Sedangkan biaya hidup saja susah apalagi mau mengantarkan anaknya ke jenjang yang lebih tinggi, dan disamping perasaan khawatirnya itu ada rasa kasih yang bangga terhadap anaknya karena telah berjuang keras untuk mendapatkan universitas yang ia dambakan, ia tidak mau mengecewakan anaknya dan tidak mau memutuskan semangat anaknya, bagaimanapun caranya ia harus berjuang untuk bisa melanjutkan pendidikan anaknya.


**
            Hari yang di nanti pun tiba, bagi Putri ini adalah hari bersejarah yang perlu dikenang dan akan ia ceritakan nantinya untuk bahan nostalgia kepada kekasihnya nanti, tapi entah kapan dan kepada siapa ia bisa menceritakan semuanya? Seketika itu lamunannya terhenti saat mata Putri tertuju pada suatu pemandangan yang begitu mengejutkan dipapan pengumuman Rektorat Universitas Bengkulu, ternyata ia terdaftar menjadi mahasiswa penerima beasiswa bidikmisi, ia tersadar saat itu juga ia mulai mengingat sesuatu, ada pengumuman penting yang nyaris tak terbaca karena tidak bisa mengontrol diri saat kegembiraan itu datang,  dilihatnya pengumuman di koran lokal saat senja waktu itu selain nama dan keterangan lulus adapula keterangan lulus dengan beasiswa bidikmisi dari Dikti yang ia urus sejak awal kelas XII SMA waktu itu yang dibantu oleh guru BK, guru Matematika yang menjadi tempat curhat Putri, dan selain itu kakak tingkatnya yang selalu memberikan informasi tentang situs beasiswa bidikmisi tersebut. Putri langsung sujud syukur saat melihat pengumuman itu seakan hari ini adalah hari terbaiknya, ia mulai bermimpi setinggi menara Eifel yang terkenal menjulang kelangit itu. Mendengar kabar itu semua orangtua Putri pun merasa legah dan haru karena kuliah Putri terbantu dengan beasiswa bidikmisi tersebut. Mungkin kampus ini adalah nasib Putri untuk menuntut ilmu dan akan mengangkat derajat keluarganya dengan pendidikan Putri yang tinggi, karena Putri anak ke-tiga yang satu – satunya bisa menyicipi bangku kuliah dibandingkan dengan saudaranya yang telah menikah tanpa melanjutkan sekolah, orangtuanya begitu menaruh harapan besar kepada Putri, dan janji itu pun dipegang teguh oleh Putri sejak saat itu. Mimpi – mimpi Putri begitu tinggi bagaikan layang – layang yang melambai di udara yang harus dikontrol setiap saat. inilah awal cerita Putri dan mimpinya.
***
            Mimpi, ya “mimpi adalah kunci untuk kita menaklukkan dunia” lirik lagu Laskar Pelangi itu selalu membangunkan Putri dari mimpi – mimpi semunya di kesenyapan subuh pagi itu, lantunan adzan adalah jam wekker baginya, dengan percikan air wudhu yang menyejukkan raga ia dirikan sholat dengan kekhusukan sampai mengheningkan jagat raya di sekelilingnya, lantunan ayat suci alqur’an menggema di sudut kamarnya yang berukuran 5x3 meter berbentuk persegi panjang, yang sekelilingnya dihiasi oleh gambar bunga dan menara Eifel yang menyejukkan mata saat memandangnya. Selesai ia mencurahkan isi hatinya kepada sang Ilahi ia tersenyum semangat untuk menyambut pagi pada hari ini, ya hari ini adalah pertamanya masuk kuliah setelah masa pendaftaran ulang selesai ia urus dengan rapi  dan mandiri penuh perjuangan, dan begitu juga dengan masa perploncoannya berakhir sudah yang dilakukan oleh kakak tingkatnya di Program Studi Pendidikan Matematika, baginya kakak tingkat di Himatika begitu ramah dan baik hati, Putri ingin bersahabat dengan mereka agar jejaring dan pertemanan Putri bisa bertambah begitu juga dengan wawasannya. Hari ini ia akan melepas status siswanya dan akan mengganti status mahasiswa, yang begitu diimpikannya saat SMA, bagi Putri menjadi mahasiswa berarti menjadi lebih serba bisa dan mandiri pola berpikirnya, ia tinggalkan semua sifat – sifat kekanak – kanakkan saat masih menjadi siswa, baginya sekarang level diagram kehidupannya sudah naik satu tingkat dari kehidupannya yang dahulu. Inilah hidup kadang masih memikirkan level kehidupan yang tidak bisa diukur masa reabelitas dan validitasnya, ya namanya juga “hidup”.
****
            Pukul 08:00 Wib adalah jam matakuliah pertama yang harus Putri jalani, dengan senang hati Putri menggontaikan kakinya kejalanan yang penuh macet karena kendaraan beroda dua, baginya lebih sehat jalan kaki ketimbang menaik kendaraan umum karena selain irit juga menyegarkan, lumayan untuk olahraga disaat pagi hari karena Putri tidak mempunyai fasilitas kendaraan untuk kuliahnya, ditengah perjalanan ia bertemu dengan dengan teman sehimpunannya yang ia kenal saat masa ospeknya kemarin, namanya Al- Atofunnisa dipanggil Nisa, orangnya begitu lembut, tatapan wajahnya begitu ramah dihati, sepertinya orangnya baik, gumam Putri saat menunggu Nisa menghampirinya, sambil berjalan bersama – sama mereka bercakap ria, Nisa begitu ramah saat berbicara, Putri senang berteman dengan Nisa karena Nisa pandai menutup uratnya dengan kerudung panjang yang menutupi tubuhnya, begitu indah di mata. Sangat berbeda dengan gaya berpakaian Putri yang mengenakan jilbab seadanya tidak panjang dan tidak begitu pendek. Bagi Putri pakaian adalah perilaku yang mencerminkan jati diri seseorang, tapi dibalik apa adanya pakaian Putri bukan berarti Putri tidak baik dalam agamanya, sholat lima waktu ia kerjakan, hal – hal yang dilarang ia hindari, bagi Putri hidup itu ikuti saja panggung sandiwara kehidupan yang tidak berlebihan. Hari pertamanya kuliah sudah berakhir, Putri senang bertemu dosen yang mengampu matakuliah Dasar – Dasar Logaritma, ya karena putri memang suka sekali pelajaran Matematika, Putri selalu mendapatkan nilai bagus di pelajaran Matematika dibandingkan teman – teman sekelasnya dahulu saat SMA, sehingga Putri dapat mewakili sekolahnya dalam olimpiade Matematika se-Provinsi Bengkulu dengan mendapatkan juara 1 saat itu, Putri adalah siswa kebanggaan yang pernah dimiliki sekolahnya, semua menyayanginya, semua mengaguminya. Itu semua tidak membuat sombong Putri karena Putri memegang filsafat hidup yaitu “ilmu padi”. Ya itu filofi hidup yang dilantunkan oleh guru Matematika idolanya dahulu.
*****
            Hari ke hari kehidupan Putri bergelut dengan tugas – tugas kuliahnya, belajar adalah prioritas utamanya tanpa mengesampingkan kegiatan ekstra kuliahnya, Putri yang dikenal pintar akan pelajaran sehingga selalu mendapatkan IPK 4.00 tiap tiga semester terakhir, sekarang ia menduduki semester 4 yang menurutnya semester yang lumayan tingkat kesulitan dan kesibukkannya bertambah dibandingkan dengan semester sebelumnya, maka Putri lebih fokus terhadap kuliahnya dan meninggalkan organisasi kampus yang selama ini menjadi rumah kedua bagi Putri untuk bernaung dan mencari pengalaman dan jejaring pertemanan, dibalik kesibukkan kuliahnya akhirnya Putri merasa jenuh dengan kuliah karena manusia tidak selamanya merasakan semangat yang menggejolak seperti derajat frekuensi fahrenhait di kehidupan manusia, manusia adakalanya berada di titik nol kejenuhan, akhirnya Putri mulai bermalas – malasan untuk belajar, mulai bolos kuliah, mulai menjajaki kehidupan bebas yang berbanding terbalik dengan kehidupan Putri sebelumnya. Di semester 6 inilah tingkat titik condong kebobrokan Putri memuncak, ia sudah mengenal laki – laki sembarangan tanpa mengenal sepenuhnya laki – laki tersebut dan berpacaran dengan laki – laki itu, dan lebih parahnya lagi ia bukan hanya sering membawa pacarnya tapi membawa laki – laki lainnya ke kosannya, yang membuat Putri berubah karena Putri diselingkuhin oleh pacar pertamanya itu, inilah awal keterpurukan Putri yang mulai menggejolak, ia tidak tentu arah lagi, kemana kaki ini melangkah disana ia berpijak walaupun itu tempat yang tidak baik baginya. di semester 7 Putri mulai mengalami derajat frekuensi kebobrokan yang memuncak karena nilai IPK nya menurun drastis dan ia tidak fokus lagi terhadap kuliahnya, bahkan tugas akhir dari perkuliahannya yaitu skripsi pun ia abaikan, sehingga ia nyaris diputuskan dari penerima beasiswa bidikmisi oleh Dikti karena nilai IPK nya tidak mencukupi nilai standar, untung saja masih ada kompensasi agar bisa memperbaiki nilai yang menurun tersebut, karena itu semua Putri mendapatkan surat teguran dari pihak Bidikmisi, kini kehidupan Putri sangan berubah 180 derajat dari kehidupan sebelumnya yang dikenal sebagai mahasiswa teladan dan paling pintar di Prodi Matematika, sekarang perilakunya ugal – ugalan tak karuan bagaikan anak ayam kehilangan indukknya. Melihat perilaku yang berubah drastis Putri maka Nisa selalu menasehatinya.
Nisa: Put, kamu wanita begitu baik dimataku saat kita berkenalan pertama kali sampai sekarang, tapi akhir – akhir ini aku lihat kamu sudah mulai berubah, kamu sering meninggalkan sholat lima waktu yang merupakan kewajiban kita sebagai umat muslim, selain itu kamu juga sering membawa laki – laki yang tidak dikenal datang ke kosan, apalagi sekarang IPK kamu menurun semester ini, ingat orangtua kamu put dan kamu harus mempertahankan beasiswa kamu juga, selain itu kamu harus menyelesaikan kuliah mu, kamu mau semua mimpi – mimpimu yang kamu gantung setinggi langit itu hanya melambai pergi meninggalkan kamu? Kamu ingat bagaimana perjuangan kamu dahulu saat berjuang mendapatkan kesempatan kuliah di Unib? Ya, aku sebagai sahabat hanya bisa menasehati put, karena saya tidak mau kamu terjerumus kejalan yang bukan kamu inginkan, karena aku sayang kamu put.
Seketika itu suasana pecah terdengar kegaduhan yang menakutkan, Putri bukannya sadar akan sikapnya yang berubah malah menjadi manusia yang menyeramkan bagaikan monster yang akan menikam mangsanya.
Putri: sudah cukup Nisa kamu menasehati aku, aku muak dengan kehidupan ini, selama ini aku berjuang mati – matian belajar agar mendapatkan yang terbaik tapi apa yang aku dapatkan? Hanya satu yang aku dapatkan yaitu “kesepian”. Aku merasa sepi dikeramaian kota ini Nis, aku tak punya teman curhat untuk menaruh sepiku kecuali kamu, itupun kamu kadang – kadang menemani aku, kamu sibuk dengan aktifitasmu sendiri dan kedok kerudung panjangmu, kamu juga sering keluar malam ya katanya belajar agama bagiku itu hanya tameng Nis, banyak juga wanita berjilbab panjang berpacaran seperti aku, tujuan aku berpacaran ya karena aku butuh teman Nis, keluargaku jarang menjengukku apalagi menanyakan kabarku, aku disini hanya belajar dan belajar, adakalanya manusia itu berada di titik didih kejenuhan Nis, coba kamu jadi aku sekarang !.
Mendengar jawaban Putri yang begitu menyayat hati, air suci pun mengalir dipipi gadis manis berkerudung panjang itu, lalu ia merangkul sahabatnya, tak tega hatinya melihat perilaku sahabatnya begitu yang berubah 180 derajat dari perilaku Putri sebelumnya.
Nisa: sahabatku, aku tahu kamu merasa kesepian dalam hidup, dan aku juga tahu kamu sedang berada dalam situasi kepurukan, aku ingin selalu di sampingmu saat – saat seperti ini, karena tingkat derajat emosionalmu sedang tidak berskala stabil, maka dari itu kamu perlu mengontrol diri dan ingatlah kepada sang Ilahi yang selalu menjagamu setiap saat, curhatlah denganNya dimalam hari pasti ada jalannya. InsyaAllah.
Tersadarlah Putri dari lamunannya mengingat nasehat dari sahabatnya itu, ia sadar bahwa keluarganya menaruh harapan yang begitu besar kepada Putri agar Putri dapat menjadi orang yang bisa menopang kehidupan keluarganya yang pernah ia janjikan dahulu kepada orangtuanya beberapa tahun yang silam. Oh hidup bagaikan “oase ilmu matematika yang sulit dicerna tapi mudah dipahami karena itu ilmu pasti”. Semenjak saat itu Putri mulai  menata kehidupannya kembali yang mengikuti sandiwara kehidupan yang pasti seperti ilmu matematika yang penuh dengan kepastian. Karena hidup merupakan suatu cita – cita yang memiliki nilai tujuan yang akan dicapai.
*******
Kini Putri mulai mengumpulkan energi – energi semangatnya untuk menyelesaikan tugas akhirnya yaitu skripsi yang sempat terabaikan, ia mulai mencari referensi tentang penelitiannya yang berkenaan dengan Aritmatika. Allah SWT memberikan jalan kemudahan kepada Putri sehingga Putri dapat dengan cepat menyelesaikan studinya di Universitas Bengkulu dengan bantuan para dosen pembimbingnya Putri menyelesaikan wisuda tepat 4 tahun masa pendidikannya di Prodi Matematika FKIP Universitas Bengkulu dengan predikat Coumload, walaupun tidak menjadi mahasiswa  berprestasi lagi, ia bersyukur kepada Allah SWT masih sayang terhadapnya karena telah menegur hati Putri yang nyaris diambang “GARIS LINEAR” di kehidupannya. Dan melalui nasehat sahabatnya Al- Atofunnisa, Putri bisa semangat lagi untuk meraih mimpinya. Bahkan Nisa menjuluki Putri sebagai “Gadis Pemimpi” selain itu juga Putri merubah gaya berpakaiannya menjadi lebih baik seperti Nisa yang bisa menutup aurat seutuhnya serta menggali ilmu islam lebih mendalam berkat sahabat terbaiknya yaitu Al- Atofunnisa.
********
Tepat tanggal 08 Agustus 2014 Putri dan sahabatnya Al- atofunnisa resmi menjadi Sarjana Muda lulusan FKIP Matematika Universitas Bengkulu dengan predikat coumload dan mencapai titik puncak menara kebahagian, semua keluarga mereka berkumpul ria bagaikan himpunan yang terjalin erat oleh sebuah diagram kekeluargaan. Semenjak itu pula Putri dan Nisa mulai mencari kehidupan masing – masing setelah melepas almamaternya. Nisa melanjutkan kuliah S-2 nya di UPI, sedangkan Putri mendapatkan Beasiswa keluar negeri di University of Chambrige yang dibiayai oleh Dikti. Semenjak itu Putri tidak mau lagi nyaris menyia – nyiakan kesempatan pendidikannya yang merusak hidupnya, karena Putri bercita ingin menjadi Professor Angka seperti ilmuwan matematika idolanya yaitu Jean Charles de Borda yang telah menemukan teori sudut  diantara dua titik A dan B pada bidang serta menemukan teori sudut siku – siku, dll.
*********
            Cerita tentang Putri Mimpi kini nyaris terselesaikan, apa yang diimpikan menjadi kenyataan, maka dari itu jangan takut bermimpi karena mimpi adalah tombak awal dari kesuksesan, setiap kesuksesan pasti ada batu krikil yang menghalangi, tetap tawakal terhadapNya insyaAllah ada jalan. Selamat Bermimpi !

Komentar

Postingan Populer